Bijak Menghadapi Musibah

Manusia hidup dengan beragama kelas sosial dan ekonomi, tapi musibah akan dialami oleh siapapun, baik manusia yang beriman atau ingkar kepada Allah SWT. Musibah merupakan Qada dan Qadarnya allah swt, ujian bagi orang yang beriman dan bencana bagi yang lalai atau ingkar kepada allah swt. Menyikapi dengan positif suatu musibah sangatlah penting, hati yang menerima dan menyakini bahwa musibah sebagai ujian diri. Maka hati akan lebih tenang dan memahami bahwa musibah atas kehendak Allah SWT.

Diawal tahun baru 2020 berbagai musibah menyelimuti Indonesia dan dunia, seperti Banjir Jabodetabek, konflik Amerika dan Iran, Virus Corona di Wuhan-Cina, Pesawat jatuh di Iran sekitar 180 tewas dan kebakaran hutan di Australia. Awal tahun yang biasa disambut meriah oleh masyarakat. Namun di Indonesia di malam pergantian tahun di isi dengan turunya air hujan, hingga esok harinya menyebabkan banjir di berbagai wilayah.

Salah satu hal yang diuji ketika musibah datang ialah kesabaran. Sejauh mana seorang bersabar atas musibah yang dialaminya. Karena ujian merupakan salah satu cara Allah SWT mencintai hambanya, seperti ingin mengetahui apakah hambanya lulus atas ujian yang diberikan allah swt atau justru berpaling darinya.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الـخَوْفِ وَالْـجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَموَالِ وَالأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ. اَلَّذِيْنَ إذَا أَصَابَتهُمْ مٌّصِيْبَةٌۗ قَالُوْا إنَّا لِلّٰهِ وَإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَۗ. أُولٰۧئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحمَةٌۗ وَأُولٰۧئِكَ هُمُ الْـمُهْتَدُوْنَ “Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ”Innaâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘ûn” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmah dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. al-Baqarah [2]: 155-157)

oleh sebab itu, kesabaran merupakan pondasi kehidupan seorang muslim agar tetap kokoh dengan amal, usaha dan cita-citanya dengan kondisi seperti apapun. Berbeda bila manusia mudah putus asa dan tidak memiliki rasa sabar, ia akan mudah terpengaruh oleh keadaan sehingga mudah rapuh. Padahal dengan kunci kesabaran, berbagai persoalan hidup dapat diatasi dan sebaik-baik perbuatan ialah sabar saat mengalami kesulitan.

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulum Ad-Din mengatakan bahwa seluruh yang dihadapi oleh manusia di dunia ini tidak luput dari dua hal yakni : 1) Segala sesuatu yang diinginkannya dan 2) segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, justru dibencinya. Kedua hal tersebut memerlukan kesabaran.

Maka dapat kita ketahui disaat kita mengalami kebaikan maka kita juga diuji untuk tetap sabar dalam bersyukur atas nikmat yang dialami. Karena tidak sedikit dikala nikmat menghampiri, justru lupa bersyukur kepada pemberi nikmat yakni Allah SWT. Kemudian disaat musibah menghampiri, adanya menjadi ingat kepada Allah SWT dan adapula yang samakin kufur.

Sudah sejatinya sebagai muslim yang beriman, kita bijak menghadapi berbagai musibah yang menimpa bangsa kita dan dunia. Yakin dalam keimanan bahwa semua terjadi atas kehendak allah swt, maka dibalik itu ada rencananya bagi umat manusia. Kita sebagai hambanya, cukup menyikapi dengan sabar dan tetap tawakal kepada allah swt, dengan begitu Allah SWT akan jauh lebih ridho kepada kita, dibandingkan kita mengeluh apalagi menyalahkan takdirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *