FITNAH DAJJAL

FITNAH DAJJAL

FITNAH DAJJAL

Oleh : Ustadz Mas’udin Arrasy, S.pd.I (Ketua Yayasan Al Azka Kamila Indonesia)

Kita sering dibuat penasaran manakala nama Dajal dibicarakan. Sebetulnya seperti apa  dajal itu, apakah itu hanya berupa symbol dari sebuah sikap manusia pada zamannya, ataukah symbol dari sebuah masa dimana sekelompok besar manusia telah berkelakuan seperti dajal, ataukah memang benar-benar nyata muncul dalam bentuk pisik manusia  biasa pada umumnya yang mata kanannya buta seperti Mose Dayen yang kemudian berbuat keonaran di muka bumi. Tentunya, perlu usaha kuat kita agar  berfikir lebih dalam untuk memahami hadits-hadits Rasulullah saw yang berhubungan dengan d ajal.

Sebetulnya, hadits-hadits Rasulullah saw mengenai Dajal ini cukup panjang terurai dan jelas secara bahasa  dan beberapa hadits tentangnya disahihkan oleh Imam Bukhari dan Muslim serta rawi-rawi hadits lainnya yang tsiqat. Namun, syarhnyalah yang dipandang perlu untuk dikorelasikan dengan era kehidupan manusia masa kini dan esok.

Sepintas melihat kondisi dunia jaman sekarang yang nampak serba mewah, gemerlap dan memukau pandangan mata, serta telah menggeser sisi positif manusia terhadap nilai-nilai ukhrawi, sepertinya jaman ini akurat dengan gambaran Dajal yang hanya memiliki penglihatan mata kirinya yang terang seperti bintang, sementara mata kanannya tak dapat difungsikan untuk memandang.  Beberapa ulama menafsirkan, bahwa pandangan mata kiri menyimbolkan penglihatan duniawi, sedangkan pandangan mata kanan menyimbolkan penglihatan ukhrawi. Artinya, yang awas dan melek dari pandangan dajal hanyalah pandangan keduniaan, atau kehidupan ini hanya dipandang dari kacamata keduniaan saja, diukur dengan materil saja, tanpa mau  peduli  sedikitpun terhadap sisi-sisi kehidupan ukhrawi.

Nama yang Tepat

Dajal berasal dari kata berbahasa Arab “Dajjal” yang artinya secara bahasa “ ”. Nama ini terasa pas sebagai nama seorang perusak, penipu, tukang fitnah, penebar isu, bahkan pemutar balik fakta dan algojo pembunuh.

Dalam beberapa hadits disebut kata “Dajal”, namun dalam hadits lainnya dilakobi nabi dengan “syetan”, “si munafik” atau “Si Kafir”.

Bentuk Personipikasi Dajal

Hadits nabi saw yang diriwayatkan … menyebutkan, bahwa  Dajal adalah seorang pemuda dari keturunan Yahudi yang berambut keriting, matanya menonjol.  Nabi menyamakannya dengan Abul ‘Uzza bin Qahthan. Badannya besar, berwarna merah. Terkadang suaranya direndahkan (lembut) dan terkadang dikeraskan (nyaring).

Ciri-ciri Dajal

Di antara cirri pisik Dajal – sebagaimana disebutkan Nabi Saw. adalah mata sebelah kirinya terang seperti bintang gemintang, sementara mata sebelah kanannya redup, tak dapat difungsikan untuk melihat kebenaran.

Selain itu, di dahinya tertulis kata “kafir”. Tulisan tersebut dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, kendatipun mukmin yang paling bodoh dan buta huruf sekalipun. Demikian diungkapkan Rasulullah Saw. Dengan demikian, kata kafir yang tertulis di dahinya itu belum tentu berbentuk tulisan huruf-huruf kaf, alif, fa dan ra, melainkan sinar wajah yang mengindikasikan wajah seorang kafir. Secara fisik, setiap orang islam dapat menilai orang yang ingkar dengan agama, tidak pernah wudlu, tak pernah shalat. Wajahnya terlihat lebih suram bahkan seram, karena aura ibadahnya tidak menembus ke dalam sanbarinya. Sementara sinar nurani dapat memancar di wajah seseorang dan membuahkan perilakunya yang baik dan santun.

Pada kondisi lain, dajal digambarkan Nabi saw sebagai sosok manusia muda, gagah, tinggi besar, berotot kawat bertulang baja, sakti mandraguna. Ditambahkan dengan berbagai tambahan riwayat miring dan bengkok, dia  bak tokoh pewayangan Gatot Kaca. Yang lainnya mengungkapkannya sebagai orang gembul alias kuat makan, sampai berpanci-panci. Namun di sisi lain, katanya, terkadang tahan  tidak makan sampai berhari-hari, hingga empat puluh harian.

Fitnah Dajjal

Sebetulnya yang paling mengerikan dari Dajjal itu adalah fitnahnya yang spektakuler. Sebab dengan fitnah ini, banyak segi-segi kehidupan manusia yang porak-poranda. Ukhuwwah islamiyah yang kokoh antar sesame muslim dapat terpecah karena fitnah. Begitu pula dengan yang lainnya, seperti kerukunan antar warga, keindahan dalam perdamaian, saling menjaga kehormatan, saling asah, saling asih, saling asuh antar sesame bangsa, bisa menjadi pudar semuanya dalam sekejap dengan fitnah, bahkan segala kebaikan itu dapat berubah wajah menjadi sesuatu yang mengerikan. Saling sikat, saling sikut, saling sakiti, dan tidak mustahil saling bunuh.

Fitnah Dajjal merupakan bentuk fitnah yang paling sporadic. Dalam hal ini, segala bentuk fitnah dimunculkan. Mungkin dalam bentuk tipu muslihat, hoax, hasut, jail kaniaya, profokasi, teori konfirasi, devide et impera, politik etis, politik budaya dan sebagainya. Hal ini senada dengan yang disabdakan Rasulullah Saw., bahwa sejak Adam diciptakan  sampai Hari Kiamat, tidak ada manusia yang fitnahnya melebihi fitnahnya Dajjal.

Di antara hasilnya, dapat kita saksikan sekarang. Beberapa Negara di Timur tengah berperang antar sesame bangsanya sendiri. Penyebabnya samar-samar, tapi indikasinya jelas, akibat fitnah bertahap internasional (fitnah Dajjal). Memang Dajjal belum muncul ke tengah halayak, tapi para anak buahnya sudah bertebaran di berbagai penjuru dunia. Mereka menebar ranjau fitnah di mana-mana, tanpa terasa melalui berbagai media, terutama melalui syahwat dan  subhat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *