Mendidik Anak Menjadi Sholih-Sholihah

Mendidik Anak Menjadi Sholih-Sholihah

Memiliki anak yang sholih dan shalehah adalah dambaan setiap orang tua, tapi apakah anak sholih terwujud dengan sendirinya? Tentu saja tidak! Orang tua adalah sosok utama yang mempengaruhi bagaimana perkembangan seorang anak. Maka yang sangat berperan mencetak anak yang sholih dan sholihah adalah tergantung dari orang tua dalam mendidik dan memberi contoh yang baik.

Sosok Hj Chumaidah Hamim pernah berpesan agar para orang tua mendidik anaknya dengan pendidikan agama sehingga memudahkan anak menjadi anak yang sholih. Karena memiliki anak yang sholih dan sholihah merupakan aset yang sangat berharga bagi kedua orang tua.

Chumaidah menjelaskan bahwa memiliki anak yang sholih-sholihah sudah pasti anak tersebut selalu berbakti kepada orang tua dan pintar mengaji, sehingga saat kita sebagai orang tua telah meninggal dunia, anak sholih adalah aset yang akan mendoakan kita kelak. Maka peran orang tua dan lingkungan sangat menentukan jati diri seorang anak.

Realitas masyarakat saat ini, banyak yang memperhatikan anak hanya sebatas bagaimana ia sekolah, mengharap anak bisa kuliah dan memperoleh pekerjaan yang mapan. Sedangkan pembekalan ilmu agama tidak sedikit para orang tua mengabaikannya. Hasilnya anak hanya dipenuhi dengan kemapanan intelektual tanpa disertai dengan ilmu agama yang baik.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa mendidik anak menjadi sholih itu memang tidak gampang, tetapi Hj Chumaidah memberi tiga resep mendidik anak menjadi sholih. Pertama, orang tua memberi contoh yang baik. Bagaimana pun anak akan merekam segala prilaku orang tuanya, karena keseharian anak selalu dekat dengan orang tua. Maka sudah selayaknya orang tua selalu memberi contoh yang baik kepada anak, tidak sebatas orang tua hanya menuntut agar anak menjadi shalih.

Kedua, menurut Chumaidah orang tua jangan putus mendoakan anak-anaknya setiap saat. Ia mengutip hadits nabi bahwa doanya orang tua sangat mustajab, sebagaimana doanya nabi, “teruslah berdoa’a memohon kepada allah, semoga putra putri kita menjadi anak sholih-sholihah yang bakti orang tua” tandasnya.

Resep ketiga, mendekatkan anak dengan Kyai dan Pesantren, dengan menyekolahkan anak di madrasah atau pesantren. Walaupun anak tidak menjadi kyai nantinya, setidaknya ada mambu (dekat) dengan kyai. Memang salah satu lembaga pendidikan yang menjamin dan mengutamakan pembekalan agama hanya madrasah dan pondok pesantren.

Oleh Karena itu, Pesantren Tahfizh Khusus Anak Al Azka membuka pintu seluasnya bagi anak ibu dan bapak yang menginginkan anaknya tumbuh dalam lingkungan pesantren. Tentu saja mengenai pergaulan, bekal agama, amaliah anak akan dijamin oleh pesantren karena anak ibu dibawah pengawasan para murobbi selama 24 jam. Dengan bergabungnya anak ibu dan bapak di Pesantren Al Azka, membantu anak untuk tumbuh berkembang bersama al-quran, karena keunggulan pesantren tahfizh Al Azka adalah di hafalan Al-Quran.

Pusat Informasi : 021 756 73901
SMS/WA : 0857 1993 3638
Email : infoazka@gmail.com
Website : www.azkakamila.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *