PeDe DENGAN AL_QURAN

PeDe DENGAN AL_QURAN

Mung Iso Qur-an thok…???
HANYA BISA QUR’AN THOK…???

Beberapa minggu lalu sy sempatkan sowan-sowan para Kyai, sekedar mencari pencerahan & menghilangkan kegundahan hati, salah satunya adalah sowan KH. Husain Ali salah satu sahabat guru sy. Bnyk pencerahan, dawuh & cerita yg membuat tenang.

Salah satunya adalah cerita beliau yg membuat hati ini semakin “PeDe” sebagai org yg bergelut di bidang Qur-an.

Beliau mengawali cerita “Dahulu ada santriku le, mau diambil mantu Kyai besar di Jepara, Dia hanya menghafal Qur-an tidak sekolah diniyyah jadi gak pati iso kitab kuning. Merasa kurang pede, akhirnya sowan ke sini.”

Kang santri:
“Kyai, saya mau diambil mantu seorang Kyai, tapi sy cuma bisa Qur-an thok” (bisa Qur-an saja)
Kyai:
“Bagaimana le..”(sebutan santri) “coba ulangi lagi”…!!!!
Kang santri:
“Tapi saya cuma bisa Qur-an thok Yai..”
Kyai:
“Piye balenono pisan maneh”…!!!!!
Kang santri:
“Saya cuma bisa Qur-an saja Yai…”

Iso Qur-an kog mbok omongne “thok” ki lo.. (bisa menghafal Qur-an kog kamu bilang “hanya” )…????. Sempit sekali pikiranmu.
Banyak org pandai kitab, hafal ibarot di luar kepala tapi maaf, baca Qur-an sj belum tentu benar. Tapi kenapa kamu masih kecil hati bisa baca dgn baik bahkan bisa dianugrahi “Hafal Qur-an”

Masalah kepahaman agama nanti bisa belajar seiring dgn waktu. Yg penting belajar truss.
Apa yg kamu ketahui dari Qur-an sekarang amalkan semampumu dan ajarkan, nanti juga akan alim sendiri.

من عمل بما علم،علم الله ما لم يعلم

“Barang siapa yang bearamal dengan apa yg dia ketahui, Allah akan memberikan ilmu yg dia tdk ketahui sebelumnya.”

Seharusnya orang Qur an tidak perlu minder karena cuma bisa hafal Qur an, tapi jangan pernah putus semangat untuk selalu belajar agama.

Dhawuh Nabi ini menjadi penutup cerita di atas

من قرأ القرءان ثم رأى أن أحدا أوتي أفضل أوتي فقد استصغر ما عظمه الله

“Barangsiapa dianugrahi Al Qur-an, kemudian menganggap bahwa orang lain (yg tidak pandai Al Qur an) lebih hebat dari pada dia (pandai duniawi lbh berguna, & dia merasa merendah hanya bisa Qur-an) maka sesungguhnya dia tlh merendahkan apa yg diagungkan oleh Allah”.

Semoga bermanfaat… 😊
Catatan:
Sooo’… para org tua yg putra/inya di Pesantren Tahfidh… Bersyukur & Berbesar hatilah… krn mrk adalah hamba piliha-Nya Allah SWT…\

Oleh : KH Abdul Aziz Mudzakir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *