PENTINGNYA EDUKASI INTERNET PADA ANAK

PENTINGNYA EDUKASI INTERNET PADA ANAK

Kehadiran internet di era melek teknologi ini, membuat internet mudah diakses oleh siapapun, termasuk anak. Dahulu tahun 2000-an handphone sebatas untuk telpon dan SMS, kini bermodalkan kouta atau wifi gratis, siapapun yang memiliki smartphone bisa mengakses internet dengan mudah. Maka edukasi internet oleh orang tua kepada anak sangat penting untuk mencegah anak berbuat negatif saat menggunakan internet.

Berdasarkan data We Are Social, tahun 2020 mengayatakan ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia, jumlah tersebut naik 17% atau 25 juta pengguna internet. Sedangkan data milik Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sekitar 24,4 juta anak muda berusia 10 -24 tahun sudah aktif menggunakan internet. Tentunya data tersebut akan terus naik setiap tahunnya.

Edukasi internet kepada anak bukan upaya pembatasan ruang gerak anak dalam mengakses internet. Namun, edukasi yang diajarkan akan mengarahkan anak lebih bijak dalam memanfaatkan internet. Banyak kasus yang menggunakan internet sebagai sarana ujaran kebencian, mengakses internet negatif (kontennya), cyberbulying dan lainnya.

Selain orang tua melakukan edukasi internet kepada anak, control penggunaan smartphone sangat penting. Banyak anak yang sejak duduk dibangku sekolah dasar telah difasilitasi smartphone oleh orang tuanya. Dunia anak-anak ialah bermain, tentu saja smartphone akan menjadi sarana bermainnya, maka orang tua harus ekstra membimbing anak dalam penggunaanya.

Usia anak pada 12 s/d 14 tahun ialah masa anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Anak yang sudah melek internet, akan tertarik dengan online chat di media sosial untuk berkomunikasi dengan teman sekolah atau teman baru di dunia maya. Orang tua harus menekankan kebijakan penggunaan internet dirumah, seperti tidak memberikan data pribadi apapun kepada orang lain. Pada usia ini, anak harus mulai paham bahwa orang-orang dunia maya bisa jadi tidak seperti yang dibayangkan. Yang perlu diwaspadai lagi, pada usia ini anak mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas.

Sedangkan usia anak 14 s/d 17 tahun, ialah masa paling menarik dan menantang dalam kehidupan anak remaja. Secara fisik, emosi dan intelektual sudah matang. Orang tua harus lebih ekstra melakukan pengawasan kepada anak remajanya terkait lingkungan pergaulan. Akses internetnya pun orang tua harus lebih ekstra pengawasan, supaya anak tidak menyalahgunakan smartphone kepada perkara yang negatif.

Selanjutnya orang tua bisa meng-edukasi internet anak dengan lima point dibawah ini:

  1. Selektif dalam berbagi informasi (Be Internet Smart)

Bimbing anak untuk bisa selektif dalam menerima informasi yang akan dibagikan/share. Edukasi anak supaya mempertimbangkan manfaat dan dampak sebelum membagikan suatu informasi, sehingga anak bisa mengambil keputusan apakah suatu informasi perlu dibagikan atau tidak.

  1. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang diperoleh (be intenet alert)

Kenali anak-anak terhadap sumber informasi yang kradibiltas informasinya terpercaya, seperti media nasional (kompas,tempo, dsb) untuk informasi berita. jangan lupa, orang tua harus memberitahu ciri-ciri informasi yang bersifat hoax atau belum tentu kebenaran informasinya, sehingga anak memiliki pondasi dalam memilih informasi yang diterimanya.

  1. Amankan rahasia pribadi (be internet strong)

Internet merupakan dunia tanpa batas, siapapun bisa saling berinterksi. Hal ini juga sangat rentan data pribadi di hack oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Maka data yang bersifat rahasia jangan ter-upload di dunia maya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

  1. bersikap baik di dunia maya (be internet kind)

Selain internet  digunakan anak untuk pencarian informasi, anak memanfaatkannya  sebagai tempat mengekspresikan diri, khususnya melalui media sosial. Dengan membekali anak agar bijak memanfaatkan internet, mencegah anak bersifat arogan di dunia maya. Banyak kasus anak remaja menggunakan internet (khususnya medsos) sebagai cyberbulying, berkomentar sesuatu dengan kata-kata yang negatif, dan menunjukkan ketidaksukaannya terhadap sesuatu melalui internet.

Menanam budi pekerti yang baik sebagaimana yang diajarkan orang tua jika berinteraksi dengan orang lain. Hal ini juga penting untuk diaplikasikan saat anak menyelami dunia maya, sehingga anak dapat lebih bijak dalam mengakses internet.

  1. Komunikasikan jika menemui keraguan (be internet brave)

Tentu tidak sepenuhnya anak memahami pola informasi di internet yang bersifat tiada batas, disaat anak menemui keraguan terhadap sesuatu di internet, sosok orang tua harus tanggap menjelaskan agar anak tidak salah dalam menilai atau menyikapinya. Upaya orang tua mengkontrol anak terhadap situs apa saja yang diakses oleh anak, dapat dilihat history internetnya. Sehingga kita mengetahui segala bentuk aktivitas anak di dunia maya.

Selain edukasi internet yang penting bagi anak, orang tua perlu memberi batasan waktu penggunaan internet pada anak. Anak yang tidak memiliki waktu kesibukan, tentu akan banyak menghabiskan waktunya dengan smartphone yang dimiliki untuk bermain. Bukan masalah kouta internet melainkan seberapa manfaat anak mengakses internet, untuk belajar atau untuk bermain?.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *