RAHASIA PANGGILAN ADZAN

RAHASIA PANGGILAN ADZAN

Dari Sa’id Jubair bahwasanya ia berkata ; “Sewaktu kami (saya, Ikrimah, Maimun bin Mahran, Abul’Aliyah dan yang lain) bersama-sama dengan Ibnu Abbas ra. di dalam masjid di daerah Tha’if, sewaktu mu’adzin mengumandangkan Allah akbar, Ibnu Abbas langsung menangis, sehingga sorbannya basah dan matanya merah, lantas Abul Aliyah bertanya kepadanya:  “Wahai saudara sepupu Rasulullah , kenapa kamu menangis dan kenapa kelihatan begitu sedih .Biasanya kami tak pernah menangis bila mendengar adzan, akan tetapi saat ini kami menangis karena melihat tangismu’’. Ibnu Abbas berkata: “Seandainya manusia mengerti benar apa yang diucapakan oleh mu’adzdzin, niscaya mereka tidak akan pernah istirahat dan tak pernah tidur’’. Ada seseorang yang bertanya kepadanya: “beritatahukanlah kepada kami apa sebenarnya yang diucapkan oleh mu’adzdzin itu…?’’ Ibnu Abbas berkata: “Apabila mu’adzdzin mangucapakan

الله اكبر- الله اكبر (Allahu akbar-Allah- Akbar),

maka sebenarnya ia mengucapkan “Wahai orang-orang yang sedang sibuk, sambutlah adzan ini istirahatkanlah badanmu, dan cepat-cepatlah untuk melakukan kebaikan’’. Apabila mu’adzdzin mengucapkan

اشهد ان لااله الا الله Asyhadu alla ilaha illallah,

maka sebenarnya ia mengucapkan “saya persaksikan kepada semua makhluk yang berada di langit dan bumi untuk menjadi saksi bagi saya di hadapan Allah nanti pada hari kiamat bahwasanya saya telah menyeru kamu sekalian’’. Apabila mu’adzdzin mengucapkan :

اشهد ان محمد رسول الله Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah,

maka sesungguhnya ia mengucapkan: “Nanti pada hari kiamat semua Nabi termasuk Nabi Muhammad saw. Menjadi saksi bagi saya bahwasanya saya telah memberitahukan kepadamu lima kali sehari semalam’’. Apabila mu’adzdzin mengucapkan :

حي على الصلاة Hayya’alas-salah,

maka sebenarnya ia mengucapkan: “sesungguhnya Allah telah menegakkanagama ini untuk kamu maka tegakkanlah”. Apabila mu’adzdzin mengucapkan :

حي على الفلاح Hayya ‘alal –falah,

maka sebenarnya ia mengucapkan: “masuklah kamu kedalam rahmat , dan ambillaah bagian petunjukmu”, Apabila mu’adzdzin mengucapkan :

الله اكبر- الله اكبر (Allahu -Allahu Akbar),

maka sebenarnya ia mengucapkan: “Segala pekerjaan haram sebelum mengerjakan shalat’’. dan apabila mu’adzdzin mengucapkan :

لااله الا الله La ilaha illallah,

maka sebenarnya ia mengucapkan: “inilah amanah tujuh langit dan tujuh bumi telah diletakkan di lehermu, maka terserah kamu apakah akan melaksanakanya atau akan meninggalkannya.

10 KEUTAMAAN ADZAN DAN MUADZIN

  1. Adzan Berpahala Sangat Besar Bagi Muadzin

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا
“Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian”.

Betapa besar pahala adzan sehingga jika orang-orang mengetahui besarnya pahala tersebut, mereka pasti akan berebut untuk menjadi orang yang mengumandangkan adzan. Hingga Rasulullah SAW menggambarkan mereka akan berebut walaupun untuk mendapatkannya harus dengan jalan mengundi.

Tapi coba kita tengok kondisi saat ini. Muadzin yang mengumandangkan adzan di mesjid-mesjid pastilah dia yang sudah berusia renta. Napasnya tersengal-sengal ketika mengumandangkan adzan. Kerap kali batuk pun mewarnai kumandang adzannya. Jika bapak tua ini sekali waktu berhalangan, tak satu pun pemuda di lingkungan tersebut yang berinisiatif menggantikannya untuk adzan.

  1. Setiap Makhluk Dan Benda Yang Mendengar Adzan Akan Menjadi Saksi Bagi Muadzin
    Rasulullah SAW bersabda,
    لا يَسْمَعُ صَوْتَهُ جِنٌّ وَلا إِنْسٌ وَلا حَجَرٌ وَلا شَجَرٌ إِلا شَهِدَ لَهُ
    “Tidaklah adzan didengar oleh jin, manusia, batu dan pohon kecuali mereka akan bersaksi untuknya” (HR abu Ya’la).
    Hadits serupa diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah:
    لَا يَسْمَعُ صَوْتَهُ شَجَرٌ وَلَا مَدَرٌ وَلَا حَجَرٌ وَلا جِنٌّ وَلا إِنْسٌ إِلا شَهِدَ لَهُ
    “Tidaklah suara adzan didengar oleh pohon, lumpur, batu, jin dan manusia, kecuali mereka akan bersaksi untuknya”.

Jadi kelak di hari kiamat, muadzin akan mendapatkan kesaksian dari semua makhluk dan benda yang mendengar kumandang adzannya. Kesaksian disini tentunya adalah kesaksian akan hal baik karena dirinya telah mengumandangkan adzan, menyeru umat manusia untuk shalat menghadap Rabbnya.

  1. Muadzin Akan Dimintakan Ampunan Dan Mendapat Ampunan

Selain menjadi saksi bagi muadzin, semua benda yang mendengar adzan akan memintakan ampunan kepada Allah SWT untuknya. Permintaan ampunan ini pun akan dikabulkan oleh Allah SWT sebaimana hadits berikut:
الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ

“Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzannya, memohonkan ampunan untuknya”. (HR. Ahmad).
Jadi betapa besar manfaat yang dapat diperoleh seorang muadzin atas adzan yang dikumandangkannya. Bayangkan bagaimana semua benda memintakan ampunan untuknya dan dia pun akan diampuni sejauh jangkauan adzannya. Subhanallah

  1. Muadzin Akan Mendapat Pahala Seperti Pahala Orang-Orang Yang Shalat Bersamanya
    Sabda Rasulullah SAW, وَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّى مَعَهُ

“Muadzin mendapatkan pahala seperti pahala orang yang shalat bersamanya”. (HR An-Nasa’i)
Maka betapa banyak pahala sang muadzin jika orang-orang yang mendengar adzannya berduyun-duyun memenuhi seruannya. Ia pun akan mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya.

  1. Muadzin Adalah Orang Yang Dipercaya
    Pada zaman Rasulullah, orang yang ditunjuk menjadi muadzin adalah Bilal bin Ra’bah. Rasulullah SAW pernah bersabda:
    الإِمَامُ ضَامِنٌ وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ اللَّهُمَّ أَرْشِدِ الأَئِمَّةَ وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ
    “Imam adalah penjamin dan muadzin adalah orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para muadzin”. (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
  2. Muadzin Mendapatkan Do’a Dari Rasulullah SAW
    Hadits pada point lima di atas menunjukkan bahwa secara khusus Rasulullah SAW menyebut muadzin dalam do’anya:
    فَأَرْشَدَ اللَّهُ الْأَئِمَّةَ وَ غَفَرَ لِلْمُؤَذِّيْنَ

“Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para muadzin”.
Dengan kata lain Rasulullah memintakan ampunan langsung kepada Allah SWT bagi para muadzin. Dan tentu saja do’a orang yang menjadi pilihan Allah pastilah maqbul.

  1. Adzan Membuat Syetan Lari
    Rasulullah SAW bersabda,
    إِذَا نُودِىَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ
    “Apabila adzan untuk shalat dikumandangkan, setan melarikan diri terkentut-kentut sampai tidak mendengar adzan”. (HR Bukhari-Muslim).
    Itulah keutamaan adzan sehingga bisa membuat setan yang kerjanya mengganggu manusia, kini ia yang terganggu dan lari terbirit-birit.
  2. Muadzin Akan Mudah Dikenali Pada Hari Kiamat
    الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
    “Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada hari kiamat” (HR Muslim).
    Ini adalah salah satu bentuk kemuliaan yang dianugerahkan Allah bagi para muadzin, sehingga mereka akan mudah dikenali pada hari dimana seluruh umat manusia dikumpulkan berdiri menghadap Tuhannya.
  3. Muadzin Dibanggakan Allah Di Hadapan Para Malaikat
    Rasulullah SAW bersabda,

    يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِى غَنَمٍ فِى رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلاَةِ وَيُصَلِّى فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِى هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلاَةَ يَخَافُ مِنِّى فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِى وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

“Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan adzan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah SWT berfirman; “Lihatlah hambaku ini, dia mengumandangkan adzan dan beriqamat untuk shalat, dia takut kepadaku, Aku telah mengampuni hambaku dan memasukannya ke dalam surga”. (HR Abu Daud dan Nasa’i)

Kalimat ‘lihatlah hambaku ini’ ditunjukkan Allah kepada para malaikat. Dengan kata lain, Allah SWT sedang membanggakan manusia yang taat beribadah kepadaNya di hadapan makhluk yang tidak akan ada yang bisa menandingi dalam segi ibadah. Allah takjub dan bangga pada hambaNya yang walaupun ia sendirian, ia tetap mengumandangkan adzan, iqamat dan khusyuk menunaikan shalat demi mengharap ridhoNya.

  1. Muadzin Akan Dimasukkan Ke Dalam Surga
    “Kami pernah bersama Rasulullah SAW, lalu Bilal berdiri mengumandangkan adzan. Ketika selesai, Rasulullah SAW bersabda; ‘Barangsiapa yang mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga”. (HR. An-Nasa’i)

Di dalam lafadz adzan tercantum dua kalimat syahadat, bahwa ia bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jika Adzan dikumandangkan dengan penuh keyakinan dari hati berarti sama saja dengan pernyataan keimanan kepada Allah SWT. Maka tidak ada ganjaran lain untuknya selain surga.

Demikian 10 keutamaan adzan dan muadzin yang bisa disampaikan. Semoga kita dapat berlomba-lomba meraih derajat mulia sebagai muadzin yang ikhlas menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Amiin.

Oleh : KH. Abdul Aziz Mudzakir Al-Hafizh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *