Rahmat Allah, Kunci menuju Surga

Rahmat Allah, Kunci menuju Surga

Sangat sering kita mendengar seorang ustadz di khutbah jum’at dan tempat kajian ilmu, mengajak jamaahnya untuk memperbanyak amal kebaikan setiap harinya, Serta memotivasi  agar amal kebaikan yang telah di kerjakan, dilakukan secara istiqomah. Untuk apa semua amal kebaikan itu? Jawabnya, bukankah kita seorang hamba yang sedang hidup di dunia? Karena setelah akhir hidup di dunia, masih ada dua tempat penentuan dimana tempat kita kelak, Surga atau Neraka?

Selain Amal kebaikan sebagai tanda penghambaan kita kepada Allah SWT, diibaratkan sebagai tiket menuju Surga, tanpa tiket tersebut kita tidak mungkin bisa menuju surga Allah SWT. Namun, bukanlah amal yang menentukan seorang muslim di jamin masuk surga, tapi rahmat Allah swt yang sangat menentukan, rahmat itu diibaratkan sebagai Pasport syarat utama bial hendak masuk ke negara lain. Maka seorang muslim agar mampu menuju surganya Allah swt, harus mempunyai amal (diibaratkan tiket) dan amal tersebut dirahmati (diibaratkan passport)  oleh Allah swt.

Lalu amal apa yang dengannya kita bisa memperoleh surganya Allah swt? Banyak ulama memberi jawaban, dengan shalat yang berkualitas Allah swt mempersiapkan pintu surga bagi ahli shalat. Muslim yang rajin puasa, Allah swt mempunyai pintu surga untuk ahli puasa. Muslim yang senantiasa lidahnya basah untuk membaca dan menghafal Al-quran, Allah swt menyediakan pintu surga untuk ahli Al-quran. Dengan amal apapun Allah swt memiliki kehendak untuk memasukan hambanya ke pintu surga yang dikehendaki.

Maka seorang hamba bukanlah banyak bertanya kepada tuhannya, tapi perbanyaklah amal kebaikan untuk tuhannya. Karena kita tidak pernah tau, amal mana yang allah mencurahkan rahmat yang menjadi prantara kita bisa masuk surganya Allah swt. Hal yang sudah pasti dilakukan terhadap setiap amal ialah didasari atas keikhlasan semata-mata untuk Allah swt dan dikerjakan secara istiqomah.

Siapa yang tidak kenal dengan Imam Al-Ghazali, ahli ilmu dan ahlinya ilmu tasawuf. Ia mengetahui penyebab dirinya masuk surga bukanlah karena ilmu dan ibadahnya. Melainkan Alllah swt memasukkan Imam Al-Ghazali ke dalam surga, karena saat ia sedang menulis kitab membiarkan se-ekor lalat yang sedang meminum tintanya, disitulah letak Allah swt merahmati amal kebaikan Imam Al-Ghazali.

Bukan amal kebaikan dan ibadah yang menjamin kita akan masuk surga, akan tetapi rahmat Allah-lah yang menentukan kita bisa memperoleh surganya. Amal dan ibadah hanya sebagai sarana seorang hamba untuk melakukan kebajikan kepada Allah swt, untuk amal dan ibadah mana yang dirahmati Allah swt sebagai sebab masuknya kita ke dalam surga, itu sepenuhnya kehendak Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *