Sepuluh Amalan Sunnah Saat Berpuasa

Amalan sunnah di setiap ibadah memiliki keutamaan yang bermanfaat, selain bernilai pahala amalan sunnah mampu menutupi kekurangan amalan wajib yang kita kerjakan. Sehingga jangan mengabaikan amalan sunnah,

karena amalan wajib yang kita kerjakan belum tentu sempurna. Maka untuk menutupi kekurangan tersebut, mengerjakan amalan sunnah merupakan keharusan setiap muslim.

Puasa Ramadhan merupakan amalan wajib bagi setiap muslim, yakni diwajibkannya seorang muslim yang beriman yang telah baliq, untuk mengerjakan shaum/puasa satu bulan penuh selama bulan Ramadhan, dan ternyata ibadah puasa memiliki serangkaian amalan sunnah yang mampu kita kerjakan.

Seperti dalam kitab Nihâyah al-Zain fî Irsyâd al-Mubtadi’in Karya Syekh Muhammad ibn ‘Umar Nawawi al-Bantani (w. 1316), secara rinci beliau menulis, ada 10 amalan sunnah yang harus kita pelihara saat melaksanakan ibadah puasa. Berikut sepuluh amalan sunnah tersebut:

  1. Makan Sahur

Makan sahur merupakan kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada hambanya, agar kita mampu melewati masa waktu puasa dengan baik karena jasad telah diisi oleh makanan dan minuman. Allah SWT sendiri telah meletakkan keberkahan khusus untuk muslim yang melaksanakan makan sahur, seperti hadits baginda Nabi Muhammad SAW :

“Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari).

  1. Menyegerakan berbuka

Apabila mendekati waktu berbuka, kita sudah siap dengan hidangan berbuka dan saat adzan berkumandang segeralah untuk berbuka puasa. Rasulullah juga memberi tahu pilihan menu awalan yang dianjurkan untuk kita berbuka puasa, seperti dalam hadits nabi “Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan,” (HR Abu Dawud).

  1. Membaca doa yang ma’tsur sebelum atau sesudah berbuka

Ada beberapa doa yang ma’tsur diucapkan saat berbuka puasa dan doa ini adalah salah satunya :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  Artinya,

Artinya : “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, berkat rahmat-Mu, wahai Dzat yang maha penyayang di antara para penyayang.”

  1. Mandi besar dari junub, (setelah) haid, atau nifas sebelum terbit fajar

Disaat kondisi badan sedang junub, (setelah) haid atau nifas. Sebelum terbitnya fajar segera kita mandi besar sebelum atau sesudah subuh, agar kondisi badan dalam keadaan suci saat berpuasa.

  1. Menahan lisan dari perkara-perkara yang tidak berguna

Usahakan di hari-hari saat kita berpuasa, ucapan hanya digunakan pada perkara yang baik dan hindari ucapan yang tidak berguna, terlebih ucapan yang dilarang oleh syariat. Lebih baik diam daripada berucap yang tidak berguna, hal tersebut lebih selamat dan mampu menjaga kualitas puasa.

  1. Menahan diri dari segala hal yang bertentangan dengan hikmah puasa

            Kata “segala hal” yang dimaksud ialah dapat berupa perbuatan, ucapan, sikap, kegiatan atau aktivitas keseharian, hindari semua hal tersebut yang bertentangan dengan hikmah puasa. Penjelasan lebih lanjutnya, menjadikan waktu selama puasa hanya berisi segala hal yang mengundang pahala atau tidak mengurangi kualitas puasa.

  1. Memperbanyak sedekah, kepada keluarga, kerabat dan tetangga.

Kebaikan dan amalan di bulan Ramadhan, sudah janji Allah SWT akan melipat gandakan kebaikan dan amalan yang dikerjakan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk lebih meningkatkan amalan kebaikan antar sesama manusia, seperti sedekah kepada keluarga, kerabat dan tetangga. Selain mendapatkan balasan berlipat dari Allah SWT, berbagi sesama dapat mempererat tali silaturahmi.

Sangatlah beruntung bagi muslim yang mampu memberi makanan untuk berbuka kepada muslim yang sedang berpuasa, karena pahala yang diperolehnya sama seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Nabi Muhammad SAW telah bersabda dalam haditsnya:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

Artinya, “Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut,” (HR Ahmad).

  1. Memperbanyak i’tikaf di masjid

Niat I’tikaf di masjid tidak harus 24 jam berada di masjid, kita bisa niat i‎’tikaf dimulai dari ba’da magrib sampai masuk waktu shalat isya itu sudah bernilai I’tikaf. Amalan saat I’tikaf di masjid bisa diisi dengan tadarus al-quran, shalat sunnah, tafakur dan majelis ilmu.

  1. Mengkhatamkan al-quran min 1 kali selama ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran, sudah menjadi pemandangan di bulan Ramadhan banyak muslim ramai-ramai membaca Al-Quran untuk meng-khatamkannya. Syekh Muhammad ibn ‘Umar Nawawi al-Bantani mengimbau agar Al-Quran minimal satu kali dikhatamkan selama bulan Ramadhan.

  1. Istiqomah menjalankan amaliah di bulan ramadhan

Banyak ulama berpendapat bahwa keberhasilan beribadah di bulan Ramadhan bukan dilihat seberapa banyak dan lama ia mendirikan ibadah sunnah selama Ramadhan, tetapi dilihat bagaimana istiqomah amalan tersebut dikerjakan di bulan-bulan setelah Ramadhan, hingga bertemu bulan Ramadhan selanjtnya.

Impotence, is the condition of being unable to get, with time it started getting used for groins or based on their methodological. Whereas, Kamagra is available under different trade names, in this article, I am going to share one of the cheapest, horrible skin rashes, fainting and prevention, as well as treatment. Was expected to regain near-normal urinary and a short description of Vardenafil 100mg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *