UPACARA MOSBA PESANTREN TAHFIZH AL AZKA

UPACARA MOSBA PESANTREN TAHFIZH AL AZKA

Pesantren Tahfizh Khusus Anak Al Azka melaksanakan upacara pembukaan Masa Orientasi Santri baru (MOSBA) pada senin 13 Juli 2013. Seluruh Staff Pesantren dan Santri mengikuti acara yang dilaksanakan pukul 08:00 pagi. Ketua Yayasan Al Azka Kamila Indonesia KH Mas’udin Arasy S.Pd.I secara resmi membuka acara Mosba.

Petugas upacara seperti pemimpin upacara, pengibar bendera, pemimpin barisan, pembaca teks UUD 1945, pembaca doa dan pembawa teks Pancasila dilakukan oleh santri SDTQ dan SMPTQ Al Azka. Kegiatan acara juga dihibur dengan pertunjukan kolaborasi seni tari dari santri SMPTQ Al Azka.

Upacara Mosba yang dilaksanakan setiap tahunya, telah berjalan selama 3 tahun. Upacra ini diadakan dengan tujuan membuka acara Mosba secara resmi oleh Ketua Yayasan Al Azka Kamila Indonesia. Pada sesi penyampaian prakata pembina upacara oleh KH. Mas’udin Arasy mengajak seluruh santri baru untuk merasakan betah hidup menuntut ilmu di lingkungan pesantren.

“santri baru harus betah di pesantren, kalau ngk betah coba 3 hari, kalau ngk betah lagi coba 2 minggu, belum betah coba 1 bulan, belum betah juga coba 1 tahun, belum betah coba 6 tahun. Kalau sudah hafal al-quran selama 6 tahun, baru boleh pulang ke rumah masing-masing” jelas KH Mas’udin Arasy.

Secara perdana upacara dihadiri oleh santri baru putri yang berasal dari berbagai daerah. Hal ini tentu membuat pesantren  mengharapkan calon santri putri tingkat SMP terus bertambah, sehingga akan lebih banyak calon generasi penghafal al-quran. Saat ini, jumlah santri putri baru berjumlah 9 anak dengan jenjang pendidikan tingkat SMP 6 anak dan SD 4 anak.

Kegiatan Mosba akan diisi oleh pihak pesantren berupa materi metode menghafal al-quran, metode belajar dan pengenalan lingkungan pesantren. Para calon santri yang mengikuti kegiatan Mosba sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan di lingkungan pesantren, sehingga materi mosba sangat membantu santri bantu untuk bisa beradaptasi dengan pola pendidikan di lingkungan pesantren.

Mudir Pesantren Ustdz Muhammad Iqbal Al-Hafizh memberi himbauan kepada santri baru untuk tidak lagi “nangis” di pesantren, mengingat tidak sedikit santri baru yang masih berat untuk menempuh pendidikan di pesantren. “untuk santri baru, jangan ada yang nangis lagi ya, kalian di sini harus fokus belajar dan menghafal al-quran” tegas Ustdz Muhammad Iqbal.

Diakhir upacara Mosba, santri SMPTQ Al Azka melakukan pertunjukkan kolaborasi seni tari. santri mampu menunjukkan bakat tarinya dibawah pelatihan Ustadzah Neni Rizkiyanti alumni Ponpes Darul Abror Palembang. Sebelumnya santri SMPTQ ini sudah meraih piala di perlombaan antar sekolah se-kecamatan Cisauk di Sekolah Yapira dan mengikuti serangkaian lomba pramuka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *